“Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.”Menurut Malayu (2015)
Motivasi merupakan hal yang penting
dalam hidup manusia. Motivasi menjadi sesuatu yang membuat manusia baik sebagai
individu maupun kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. Manusia
sebagai kelompok atau bias kita sebut masyarakat membutuhkan motivasi yang
terarah dan jelas agar tujuan mereka dapat tercapai dengan bekerjasama. Dalam
kasus masyarakat pedesaan atau masyarakat yang sedikit memperoleh pendidikan,
motivasi sangatlah dibutuhkan. Kerjasama pada masyarakat tersebut sangat
tinggi. Aplikasi kerjasama tersebut dapat kita amati dalam kegiatan gotong
royong seperti pembangunan jalan, pemasangan atap rumah, upacara adat dan
kegiatan lainnya. Namun, kerjasama tersebut biasanya hanya memiliki tujuan atau
target jangka pendek. Sebaliknya target jangka panjang (future goal) pada masyarakata pedesaan masih sangat rendanh dan
tidak menjadi prioritas yang ditetapkan oleh mereka. Dengan demikian,
dibutuhkan motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Tujuan jangka panjang adalah tujuan
yang membutuhkan proses dan waktu untuk mencapainya. Meskipun demikian, hasil
yang diperoleh atau tujuan yang tercapai dapat dirasakan dan bermanfaat dalam
jangka waktu yang lama. Contohnya adalah pendidikan tinggi, minat baca,
kemampuan mengoperasikan komputer (teknologi), manajemen organisasi dan
sebagainya. Tujuan-tujuan ini memiliki manfaat yang dapat dirasakan dalam
jangka waktu yang lama bahkan sampai generasi-generasi berikutnya. Dalam
menetapkan tujuan jangka panjang tersebut, dibutuhkan leader atau pemimpin yang memiliki pemikiran visioner dan motivasi
yang tinggi serta diakui oleh masyarakat lainnya. Selain itu, dalam
pelaksanaannya dibutuhkan pula pendamping dari luar masyarakat tersebut yang
dapat memberikan motivasi atau dapat “mengiming-imingi” masyarakat tersebut
untuk mencapai tujuan jangka panjang. Hal inilah yang saya rasakan ketika
menjadi peserta IGTF 2016 di SPR cabang Desa Kedung Sari, Kabupaten Kebumen.
SPR cabang Desa Kedung Sari memiliki
kelompok peternak sapi PO yang diketuai oleh Bapak Anwar. Beliau merupakan
ketua dan pendiri kelompok peternak tersebut. Kelompok peternak ini dapat
dikatakan sebagai kelompok peternak yang paling maju diantara 4 desa di SPR
Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Kelompok ternak ini sudah memanfaatkan
limbah dari sapi dan mengolahnya menjadi pupuk bahkan menjadi biogas. Selain
itu, pupuk tersebut sudah dikomersilkan dan didistribusikan ke Kabupaten
Banjarnegara. Hal ini merupakan hasil dari kepemimpinan dan ide-ide yang
visioner dari ketuanya. Ini merupakan prestasi yang sangat progresif. Dalam
mencapai prestasi-prestasi tersebut, dibutuhkan juga pengorbanan dari ketuanya.
Dari pengorbanan yang sepele atau kecil sampai pengorbanan yang besar. Hal ini
dibutuhkan untuk terus memotivasi anggotanya dan mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan.
Perjuangan pak Anwar tersebut adalah
contoh bagi kami sebagai peserta IGTF dalam melaksanakan pengabdian masyarakat.
Selain mengabdi kita juga harus menjadi fasilitator yang berfungsi memberikan
motivasi untuk menggerakan masyarakat dan terus maju. Hal ini menjadi sulit
apabila tidak dilakukan dengan tulus. Seperti yang saya tulis sebelumnya, hasil
dari tujuan jangka panjang membutuhkan waktu dan proses yang kontinu. Oleh
karena itu pengabdian tidak diukur dari berapa lama program tersebut
dilaksanakan akan tetapi seberapa berbekas hasil dari program tersebut.
“Dalam pengabdian, yang terpenting bukan 2 minggunya akan tetapi 365 hari dikurangi 2 minggu tersebut” DR Zaenal Abidins .SI, M.Agr




















