Selasa, 14 Februari 2017

Motivasi Masyarakat dan Pengabdian



“Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.”Menurut Malayu (2015)

            Motivasi merupakan hal yang penting dalam hidup manusia. Motivasi menjadi sesuatu yang membuat manusia baik sebagai individu maupun kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan. Manusia sebagai kelompok atau bias kita sebut masyarakat membutuhkan motivasi yang terarah dan jelas agar tujuan mereka dapat tercapai dengan bekerjasama. Dalam kasus masyarakat pedesaan atau masyarakat yang sedikit memperoleh pendidikan, motivasi sangatlah dibutuhkan. Kerjasama pada masyarakat tersebut sangat tinggi. Aplikasi kerjasama tersebut dapat kita amati dalam kegiatan gotong royong seperti pembangunan jalan, pemasangan atap rumah, upacara adat dan kegiatan lainnya. Namun, kerjasama tersebut biasanya hanya memiliki tujuan atau target jangka pendek. Sebaliknya target jangka panjang (future goal) pada masyarakata pedesaan masih sangat rendanh dan tidak menjadi prioritas yang ditetapkan oleh mereka. Dengan demikian, dibutuhkan motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan jangka panjang.
            Tujuan jangka panjang adalah tujuan yang membutuhkan proses dan waktu untuk mencapainya. Meskipun demikian, hasil yang diperoleh atau tujuan yang tercapai dapat dirasakan dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama. Contohnya adalah pendidikan tinggi, minat baca, kemampuan mengoperasikan komputer (teknologi), manajemen organisasi dan sebagainya. Tujuan-tujuan ini memiliki manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama bahkan sampai generasi-generasi berikutnya. Dalam menetapkan tujuan jangka panjang tersebut, dibutuhkan leader atau pemimpin yang memiliki pemikiran visioner dan motivasi yang tinggi serta diakui oleh masyarakat lainnya. Selain itu, dalam pelaksanaannya dibutuhkan pula pendamping dari luar masyarakat tersebut yang dapat memberikan motivasi atau dapat “mengiming-imingi” masyarakat tersebut untuk mencapai tujuan jangka panjang. Hal inilah yang saya rasakan ketika menjadi peserta IGTF 2016 di SPR cabang Desa Kedung Sari, Kabupaten Kebumen.
            SPR cabang Desa Kedung Sari memiliki kelompok peternak sapi PO yang diketuai oleh Bapak Anwar. Beliau merupakan ketua dan pendiri kelompok peternak tersebut. Kelompok peternak ini dapat dikatakan sebagai kelompok peternak yang paling maju diantara 4 desa di SPR Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Kelompok ternak ini sudah memanfaatkan limbah dari sapi dan mengolahnya menjadi pupuk bahkan menjadi biogas. Selain itu, pupuk tersebut sudah dikomersilkan dan didistribusikan ke Kabupaten Banjarnegara. Hal ini merupakan hasil dari kepemimpinan dan ide-ide yang visioner dari ketuanya. Ini merupakan prestasi yang sangat progresif. Dalam mencapai prestasi-prestasi tersebut, dibutuhkan juga pengorbanan dari ketuanya. Dari pengorbanan yang sepele atau kecil sampai pengorbanan yang besar. Hal ini dibutuhkan untuk terus memotivasi anggotanya dan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
            Perjuangan pak Anwar tersebut adalah contoh bagi kami sebagai peserta IGTF dalam melaksanakan pengabdian masyarakat. Selain mengabdi kita juga harus menjadi fasilitator yang berfungsi memberikan motivasi untuk menggerakan masyarakat dan terus maju. Hal ini menjadi sulit apabila tidak dilakukan dengan tulus. Seperti yang saya tulis sebelumnya, hasil dari tujuan jangka panjang membutuhkan waktu dan proses yang kontinu. Oleh karena itu pengabdian tidak diukur dari berapa lama program tersebut dilaksanakan akan tetapi seberapa berbekas hasil dari program tersebut.
“Dalam pengabdian, yang terpenting bukan 2 minggunya akan tetapi 365 hari dikurangi 2 minggu tersebut” DR Zaenal Abidins .SI, M.Agr   

             

0 komentar:

Posting Komentar